Monthly Archives: December, 2013

Artikel Kajian nasehat ulama
0

Orang yang berjalan lurus akan tetap menghormati ulama yang berhak untuk dihormati, mencintai dan tetap loyal kepadanya, menempatkan kebenaran pada tempatnya. Mereka tetap mengagungkan kebenaran dan mengasihi makhluk Allah. Mereka sadar, bahwa seorang manusia mempunyai banyak kebaikan, dan tak akan terluput dari kesalahan.

Artikel Kajian tahun-baru-hijriyah
0

Entah direncanakan atau sekadar latah, pada malam itu orang-orang seakan secara serempak melonggarkan moralitas dan kesusilaan. Bunyi terompet diselingi gelak tawa (bahkan dengan minuman keras) bersahut-sahutan di setiap tempat. Sepeda motor mengepulkan asap hingga mirip ‘dapur berjalan’ meraung-raung. Mobil-mobil membunyikan klakson sepanjang jalan. Cafe, diskotik dan tempat-tempat hiburan malam sesak padat. Orang-orang ‘tumpah’ di jalanan dengan satu tujuan: merayakan Tahun Baru.

Al-Qur'an dan Hadits masuk neraka -lalat
0

Kemudian mereka berkata kepada yang seeorang lagi, “Berikanlah korban!” Orang yang kedua ini menjawab, “Aku tidak akan berkorban sedikitpun kecuali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kemudian ia memenggal leher orang itu, dan ia masuk surga.”

Berita ustadz muhammad zaitun rasmin
0

ustad Zaitun mengajak agar “kita tidak perlu alergi dan apriori secara berlebihan terhadap perbedaan. Karena para sahabat pun berbeda pendapat. Akan tetapi hal ini bukan bermaksud melegitimasi setiap perbedaan yang terjadi. Karena pada prinsipnya, tidak semua perbedaan dapat diterima dan ditolerir. Perbedaan yang dapat diterima adalah ikhtilaf yang bukan dalam masalah pokok dan prinsip”

Berita penyerahan cendramata dari wahdah islamiyah
0

Dr. Aswar Hasan, M.Si, yang menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan ini mengatakan bahwa, seorang da’i atau lembaga dakwah harus menjadi “jembatan emas” yang menghubungkan antara kebutuhan dan kepentingan masyarakat dengan kewajiban pemerintah. “

Lainnya al-qur'an dan kepemimpinan
2

Lihatlah bagaimana Allah menyuruh berlaku adil, namun tidak cukup sampai di situ, Allah kemudian memerintahkan berbuat ihsan (kebajikan), dan tidak cukup dengan ihsan secara mutlak, Allah kemudian merincinya dengan menyuruh memberi kepada kaum kerabat, dan masih belum cukup hingga Allah menekankan agar kita meninggalkan perbuatan serta perkataan keji dan mungkar.

Lainnya mushaf al-qur'an
2

Syaikh Al-Islam juga telah menegaskan: “Siapa saja yang mengikuti hawa nafsu dan prasangkanya, kemudian memaki seorang alim karena kesalahan dalam ijtihad yang ia anggap benar, maka orang tersebut telah terjebak dalam bid’ah yang menyalahi Sunnah. Karena ia juga akan mendapat balasan serupa, atau lebih besar, atau mungkin lebih kecil dari orang-orang yang memuliakan sang alim tersebut.

1 2 3 4