Amal-amal yang Hanya Melelahkan

0

عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ

’Amilatun nashibah” artinya amal-amal yang hanya melelahkan. Merupakan ayat ke 3 dalam surah Al Ghosyiyah. Rangkaian ayat di awal surah ini bercerita tentang neraka dan para penghuninya.

Ternyata salah satu penyebab orang dimasukkan ke neraka adalah sebab amalan yang banyak dan beragam tapi penuh cacat; baik motif dan niatnya, maupun kaifiyat (tata cara) yang tidak sesuai dengan sunnah Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. AstaghfiruLlahal ‘adzhim…

Alkisah, suatu hari Atha’ –rahimahullah-, seorang Tabi`in bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan, “Ya, Atha’ sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya.”

Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha’ termenung lalu menangis. Melihat Atha’ menangis, sang penjual kain berkata, “Atha’ sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas.”

Tawaran itu dijawabnya, “Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya? Ketahuilah sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya ternyata ada cacatnya. Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, tetapi mungkin di mata Allah sebagai ahli-Nya ada cacatnya, itulah yang menyebabkan aku menangis.”

Sungguh indah ungkapan sahabat yang mulia Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu seperti disebutkan dalam Al Hujjah fi Bayan Al Mahajjah (I/111), “Sesungguhnya sederhana dalam jalan hidup dan sunnah Nabi shalallahu alaihi wa sallam adalah lebih baik daripada banyak tetapi menyalahi jalan hidup dan sunnah Nabi shalallahu alaihi wa sallam. Maka lihatlah amal kamu, baik banyak maupun sedikit, agar yang demikian itu sesuai dengan jalan hidup dan sunnah nabi shalallahu alaihi wa sallam”[]

Taushiyah oleh Ustadz Ridwan Hamidi, Lc, MPI. dikirim via BBM, dengan perubahan dan penambahan seperlunya dari redaksi.

Share.

Leave A Reply