Browsing: Tauhid

Artikel Kajian Kuburan Baqi
0

Risalah ini adalah bagian terakhir (ke-III) dari silsilah Sahabat dalam pandangan Ahlu Sunnah wal Jama’ah, yang merupakan inti dari artikel-artikel sebelumnya. Semoga melalui pemaparan ini, kaum muslimin mengetahui mauqif (sikap) mereka terhadap para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Artikel Kajian sahabat dalam perspektif akidah ahlusunnah
2

Dari Imran bin Husain radhiallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik umatku (yang hidup) di zamanku, kemudian orang-orang setelahnya, kemudian orang-orang setelahnya”. Imran menambahkan: “Aku tidak tahu, apakah beliau menyebutkan setelah zamannya itu dua masa atau tiga”

Artikel Kajian nasehat ulama
2

Menilik kedudukan dan kemuliaan para sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam yang tinggi karena nikmat shuhbah (menjadi sahabat) bagi Rasulullah, penolong serta pembela baginya, menjadikan kajian tentang mereka merupakan salah satu isu sentral yang sangat urgen dalam akidah Ahlu Sunnah wal Jama’ah.

Artikel Kajian Tidak ada Kata Terlambat
0

“Setan akan mendatangi salah seorang di antara kalian, lalu dia akan bertanya, ‘siapa yang menciptakan ini, siapa yang menciptakan itu?’ Hingga akhirnya dia bertanya, ‘Siapa yang menciptakan tuhanmu?’ Jika sampai kepadanya hal tersebut, maka hendaknya dia berlindung kepada Allah dan berhenti (tidak meneruskan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artikel Kajian bahaya perdukunan
0

Perdukunan di era modern ini semakin kompleks dan kadang-kadang dibungkus dengan berbagai kemasan dan istilah yang menipu. Istilah dukun banyak diganti dengan “orang tua”, “sesepuh”, “orang pintar”, bahkan “guru spiritual.” Jika dulu dukun identik dengan dupa dan kemenyan, orangnya berambut panjang, bau tak sedap karena jarang mandi, pakaian serba hitam jarang dicuci, saat ini dukun bisa tampil dengan pakaian rapi, parlente, dan bergaya kece. Namun hakikatnya sama.

Artikel Kajian tahun-baru-hijriyah
0

Entah direncanakan atau sekadar latah, pada malam itu orang-orang seakan secara serempak melonggarkan moralitas dan kesusilaan. Bunyi terompet diselingi gelak tawa (bahkan dengan minuman keras) bersahut-sahutan di setiap tempat. Sepeda motor mengepulkan asap hingga mirip ‘dapur berjalan’ meraung-raung. Mobil-mobil membunyikan klakson sepanjang jalan. Cafe, diskotik dan tempat-tempat hiburan malam sesak padat. Orang-orang ‘tumpah’ di jalanan dengan satu tujuan: merayakan Tahun Baru.

Artikel Kajian natal bersama
0

Prof. Hamka menyebut tradisi Perayaan Hari Besar Agama Bersama semacam itu bukan menyuburkan kerukunan umat beragama atau membangun toleransi, tetapi menyuburkan KEMUNAFIKAN. Yang muslim disuruh pura-pura khusyu’ dan menerima ajaran Kristiani, sementara yang beragama Kristen juga disuruh khusyu’ mendengarkan keterangan tentang tauhid yang sebetulnya tidak mereka terima.

Artikel Kajian hukum sesajen
0

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa sesajen adalah makanan atau bunga-bungaan yang dipersembahkan kepada mahluk halus. Kebiasaan masyarakat yang terpengaruh dengan ajaran Animisme, mereka memberikan makanan sesajen yang dipersembahkan kepada mahluk halus yang menurut kepercayaan mereka menjadi penunggu pohon, batu, atau tempat-tempat tertentu.

1 2 3