Browsing: Tsaqofah

Artikel Kajian Rumahku Surgaku
1

Problem rumah tangga tentunya begitu banyak, jenis dan beratnya pun beragam. Nah, seorang muslim yang hakiki harusnya bersikap dewasa dan tenang ketika menghadapi problem-problem ini, tanpa harus mengedepankan perasaan pribadi atau memprioritaskan sikap egoisme.

Tsaqofah kerja politik islam
0

Oleh: Ustadz Ahmad Hanafi, Lc. MA. Kerja politik adalah sebuah pilihan ijtihad yang perlu diapresiasi…

Artikel Kajian
0

Ungkapan Ibn Abbas di atas sekaligus menjadi bantahan atas metode kaum Filsuf dan Atheis yang menjadikan pertanyaan sebagai tujuan. Mereka berlomba mengajukan pertanyaan sebanyak mungkin dan tidak berusaha mencari jawaban atau solusinya.

Andai saja ada dari pertanyaan tersebut yang mendapat jawaban, maka mereka tidak akan mengindahkannya. Kemudian berusaha membuatnya ambigu dan kehilangan bobot dengan mengeluarkan puluhan pertanyaan baru lainnya dari jawaban tersebut.

Artikel Kajian kunci sukses
0

Dalam bukunya Miftahun Najah, Dr. Aidh al-Qarni, pakar Ushuluddin dan penulis produktif yang juga sangat populer di tanah air mengangkat sejumlah nama dari manusia-manusia “besar” bersama prestasi-prestasi mereka. Ternyata, prestasi orang-orang “besar” itu mencerminkan keunikan dari keunggulan mereka masing-masing.

Tsaqofah berita bohong-mayat kubah masjid An-Nabawi
4

Dalam situs metafisis.com, Mahrus Ali membongkar kebohongan tentang tersebut dalam tulisan “Membongkar Kedustaan Adanya Mayat Pengikut Wahabi Di Kubah Makam Rasulullah”. Menurut Mahrus, isu itu pertama kali disebarkan situs pengikut Syiah. Kabar burung yang dimuat www.m-mahdi.com itu, bersumber dari seorang tokoh bernama Azzubaidi. Tapi, itu pernyataan tanpa bukti dan sulit dicerna oleh logika, baik nalar ilmiah maupun agama.
Mahrus menjelaskan, bahwa slot yang tampak pada kubah sebenarnya adalah pintu atau jendela darurat yang disebut Alrosenh untuk membersihkan bagian dalam atap bangunan kuno itu. Ini dibangun di era Turki Utsmani (Ottoman) sebagai peninggalan asli. Namun, sekarang dikunci dan tak digunakan lagi.

Artikel Kajian maqom ibrahim
0

Maqom (tempat berdiri) merupakan sebuah batu yang dahulu Nabi Ibrahim ‘alaihi salam berpijak diatasnya tatkala membangun ka’bah, yaitu ketika bangunan ka’bah meninggi sehingga beliau mendapatkan kesulitan untuk mengangkat batu keatasnya. Dalam shohih Al Bukhary dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata : Maka Nabi Ibrahim pun mulai membangun ka’bah dan Nabi Ismail membantu mengangkatkan batu baginya sambil mereka berdua berdoa :
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿١٢٧﴾

Artinya : “Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah : 127).

1 2 3