Cinta dalam Semangat Ukhuwah

0
Memberilah! Niscaya engkau akan merasakan bahagianya hidup ditengah kehidupan manusia. Ketika kita ingin orang tersenyum kepada kita, tak perlu susah-susah untuk menyuruhnya tersenyum. Cukup dengan sebuah senyuman tulus kepada mereka maka merekapun akan memberikan senyum manis kepada kita. Saat kita ingin menggandeng tangan seseorang tak perlu menarik tangannya dengan keras. Ulurkanlah tangan kita, maka mereka akan menggenggamnya dengan erat.
Begitulah cinta, itulah persaudaraan. Cinta datang dari keinginan tulus untuk memberi untuk berbagi. Cinta adalah bentuk keberartian diri eksistensi jiwa dalam hati saudara. Dia tidak hadir begitu saja. Dia tidak langsung jatuh dari ketinggian langit ke tujuh. Dia hadir lewat kebersamaan, dia ada karena adanya saling mengerti dan dia subur bersama keinginan untuk selalu memberi.
Cinta, ukhuwah dan keinginan untuk selalu memberi adalah salah satu resep yang akan membuat perjalanan dakwah, perjuangan untuk menegakkan dienullah ini menjadi ringan. Bersama saudara seiman, saudara seperjuanganlah duri, aral, hambatan dan rintangan yang menghadang akan menjadi bahan bakar, semangat untuk tetap istiqomah dan tetap tegak di jalan perjuangan.
Sirah mencontohkan kepada kita tentang dahsyatnya semangat dan kekuatan ukhuwah. Tentang kecintaan kepada saudara yang melebihi kecintaan kepada diri sendiri. Kisah tentang tujuh orang sahabat yang berada dalam keadaan sekarat dan sangat membutuhkan air. Pada akhirnya sahabat pertama diberikan segelas air oleh seseorang, ketika air tersebut hampir sampai di mulut beliau terdengar olehnya rintihan saudaranya yang juga meminta air. Maka beliaupun memberikannya kepada sahabat kedua, tapi ketika sahabat kedua ini hampir juga meminumnya, beliau mendengar rintihan sahabat ketiga dan memberikan air tersebut kepadanya. Dan begitu seterusnya, kejadian yang sama berulang sampai air tersebut kembali kepada sahabat pertama. Akan tetapi sebelum air tersebut beliau minum, malaikat maut telah mencabut nyawanya, begitu halnya dengan sahabat kedua, ketiga dan seterusnya sampai ketujuh. Air tesebut utuh seperti pada saat diberikan. Mereka semua tanpa meminum air tersebut padahal mereka sangat membutuhkanya. Betapa kecintaan kepada saudara membuat mereka rela mengorbankan diri sendiri demi saudaranya.
Subhanallah, ketika cahaya Islam sudah merasuki jiwa-jiwa kita. Ketika iman menjadi kompas dalam setiap tindak laku kita. Maka dia diatas segala-galanya. Pun dalam hal persaudaraan. Persaudaraan karena Islam, kecintaan karena iman memiliki tingkatan lebih tinggi daripada persaudaraan karena satu darah.
Umar bin Khattab, beliau begitu menghargai uhkuwah Islamiyah, persaudaraan karena Islam ini seperti perkataan beliau ”tidak ada nikmat kebaikan yang Allah berikan setelah Islam selain saudara yang shalih. Maka jika salah seorang kalian merasakan kecintaan dari saudaranya, peganglah kuat-kuat persaudaraan dengannya.”
Begitulah persaudaraan karena Allah, persaudaraan seiman yang merupakan pompa yang selalui mensuplai semangat dan gairah perjuangan kita untuk tetap tegak di jalan iman dan Islam. Cinta dan persaudaan inilah yang merupakan salah satu bekal dan  amunisi agar semangat yang ada tetap berkobar, tetap menyala dan tetap menjadi pembakar bagi tiap diri kita untuk terus bergerak, berjuang dan memberikan yang terbaik bagi perjuangan Islam……….Trie
Share.

Leave A Reply