Dan Allah Melepaskan Halilintar…

0

Hitam semakin pekat, awan berkejaran membentuk gugusan tebal dan tumpah ruah membasahi Bumi Allah, deras…  Tiba-tiba langit membentuk lintasan cahaya, menyambar apa saja yang dilaluinya, Sekejap… Kemudian disusul suara, Menggelegar….
Tahukah manusia kekuatan apa dibalik kilatan sekejap halilintar ?

Satu kilatan halilintar atau petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfer saat hujan badai. Petir  terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer—masih dalam satu awan, atau antara awan dan permukaan tanah, atau antara dua permukaan tanah—mencapai tingkat tinggi.

Energi yang dihasilkan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur dimana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius, Sementara jika dibandingkan dengan suhu didalam tanur untuk meleburkan besi hanya antara 1.050 dan 1.100  derajat Celcius.

“…kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (QS. An Nuur: 43)

Sungguh… Allah Subhaanahu wa ta’ala terlebih dulu mengabarkannya dalam Al-Quranul karim jauh sebelum manusia mengenal ilmu pengetahuan.
Secara matematis, panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil saja dapat mencapai 10 kali lipat suhu yang dibutuhkan untuk meleburkan besi. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi ini. Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari mencapai 700.000 derajat Celcius. Dengan kata lain suhu petir adalah 1/70 suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya  100 watt. Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke Bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan Bumi dalam waktu 20 milidetik, dan dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam tempo yang sangat singkat.

“Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu Menimpakannya kepada siapa yang Dia Kehendaki,…” (QS. Ar Ra’d: 13)

Tahukah kita ketika gemuruh itu bersahut-sahutan ? Sesungguhnya gemuruh itu sedang memuji Allah pun demikian malaikat, karena takutnya dengan penguasa seluruh jagad raya ini. Lalu manusia???
Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini diciptakan dengan kearifan khusus. Bagaimana sebuah kekuatan besar dapat tertata apik hingga tidak justru merusak sekelilingnya. Hasil pengaturan sempurna dari Sang Maha Pengatur.  Bagaimana kemudian kehadiran yang singkat dapat membawa perubahan begitu besar pada alam. Lebih jauh lagi, kenyataan bahwa ia membawa molekul-molekul Nitrogen, yang dibutuhkan oleh tumbuhan di muka bumi ini.
Petir secara khusus Disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Ar Ra’d, salah satu surah dalam Al Quran.

“Dia-lah Tuhan yang Memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan…” (QS. Ar Ra’d: 12)

Layaknya menjadi seperti petir, seorang yang “memilih” untuk melibatkan diri dalam urusan ini (Islam,-).  Dalam dirinya terdapat energi yang besar. Energi yang tidak akan pernah padam karena sumbernya adalah cita yang tinggi untuk menggapai rahmat Allah subhaanahu wa ta’ala. Energi yang akan menopangnya, membangkitkannya kembali saat langkah kian letih dan tertatih. Terseret antara duri dan kerikil tajam perjuangan. Energi itu akan membuatnya mampu membawa perubahan besar yang akan terus mengalir. Energi yang didasarkan pada keikhlasan dan keinginan untuk tetap berada di jalan yang dibawa oleh Rasulullah. Energi yang akan membuatnya mampu memanjat dinding cobaan atau bahkan menghancurkannya, karena keyakinan bahwa dibalik dinding itu akan terkecap kenikmatan Jannah.
Maraji’: www.harunyahya.com
Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

Pandangan beralih dari cahaya menakjubkan itu ke diri.

Saat gemuruh gelegar membisikkan ke Esa-an Allah

Satu tanya menyeruak

Mampukah diri menjadi sepertinya,

Cahaya terang di langit kelam

Harapan bagi kebangkitan Ad Dien

Gelegar ketakutan bagi kaum Kuffar

(fafa,dien)

Share.

Leave A Reply