Flu dan Vitamin C

0

Saat badan mulai terasa lemas, kepala pusing, hidung sedikit tersumbat, dan tenggorokan terasa panas, biasanya kita mengira akan terkena flu. Karena gejala-gejala seperti itulah yang biasa diiklankan oleh obat pereda fluu di berbagai media. Lalu dengan harapan penyakit flu tidak berlanjut, kita akan segera mengonsumsi vitamin C dosis tinggi, atau jus jeruk.

Namun efektifkah cara tersebut untuk mencegah flu?

Vitamin C yang terkandung dalam jeruk, anggur, dan buah-buahan lainnya, atau suplemen vitamin C memang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tentu dengan dosis yang tepat dan cara konsumsi yang bijak. Tapi untuk mencegah dan mengobati flu, ternyata vitamin C hanya memberikan efek yang amat sedikit.

Penelitian mengenai vitamin C yang dipublikasikan sekitar tahun 2007 dalam Cochrane Database of Systematic Reviews, mengevaluasi berbagai penelitian mengenai vitamin C yang telah dilakukan selama beberapa dekade terakhir. Penelitian ini melibatkan 11.000 sebjek yang mengonsumsi 200 mg atau lebih vitamin C setiap harinya. Hasilnya menunjukkan bahwa vitamin C hanya sedikit berpengaruh untuk mengurangi atau mengobati sakit flu.

Di sisi lain, bagi atlet yang sering mengalami stress fisik, vitamin C dapat menurunkan resiko mereka terjangkit penyakit flu. Jika para atlet tersebut mengonsumsi vitamin C sesuai dosis yang dianjurkan setiap hari, maka kemungkinan mereka untuk terjangkit penyakit flu akan berkurang 50%.

Sedangkan orang-orang dengan kegiatan normal, meminum jus jeruk atau vitamin C dosis tinggi tidak akan banyak berpengaruh untuk mencegah penyakit flu. Seperti dikatakan Robert Douglas (Presiden The Public Health Association di Australia), “Jutaan orang mengonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi dengan asumsi bahwa akan mencegah penyakit flu sebenarnya tidak memiliki landasan yang kuat”.

Namun, meski tidak berefek menyembuhkan flu, mengonsumsi vitamin C tetap dibutuhkan. Tentu saja dengan dosis yang cukup, tidak berlebihan. Sebenarnya kebutuhan vitamin C kita sehari 60 mg s/d 100 mg per hari (identik dengan 1-2 buah jeruk) pada kondisi normal. Sedangkan pada kondisi tidak normal/ stress berat, kebutuhannya bisa meningkat 2 kali lipat (100 mg – 200 mg per hari), sedangkan tubuh kita hanya mampu menyimpan 100 mg/ kgBB atau rata-rata 6.000 mg vitamin C. Jadi jika minum vitamin C dosis tinggi (biasanya mencapai 1000 mg sekali minum), maka sebagian besarnya hanya akan terbuang lewat urine. (noe)

Sumber: Majalah ar Risalah edisi 95 vol. VIII No. 11 tahun 2009

Share.

Leave A Reply