Hati-hati, Ketik Reg [Spasi] “Kesyirikan”

0

KJB : “Ini anakmu?”
Ibu : “Iya Ki…
KJB : “Sopo jenenge?”
Ibu : “Txxxx Wxxxxxx”
KJB : “Nama yang bagus.. Anaknya penurut dan cocok jadi seniman, musik atau perawat”
Terus di akhir iklan itu ada pesan: ketik REG JENENG kirim ke 9xxx
Di lain iklan,
“Anda lahir Selasa Kliwon? Anda tidak cocok kerja di air. Tapi, lebih cocok jadi pedagang. Ingin mengubah nasib? Ketik reg…”

Ilustrasi di atas adalah contoh iklan yang memanfaatkan teknologi HP yang beredar di TV akhir-akhir ini. Iklan-iklan yang mengedepankan mistis dan ghaib, bermaterikan kesyirikan, muncul bagai jamur di musim hujan. Ada yang bermodel tanggal lahir seperti disebut di atas, ada yang menggunakan primbon, ada ramalan bintang dan lain sebagainya. Pelakunya pun bermacam-macam; ada Ki Joko Bodo, Mbah Roso, ada juga Mama Lauren, dan masih banyak lagi. Dalam pandangan syariat Islam pelaku semua itu dinamakan dukun atau peramal.

Rugi Dunia Akhirat
Jika dulu orang pergi ke dukun harus dengan berbagai syarat yang lumayan ribet, sekarang dengan perkembangan teknologi yang pesat  perdukunan dan sejenisnya pun tidak mau ketinggalan menggunakannya dan menjadikan praktek kesyirikan ini semakin mudah untuk dilakukan baik oleh dukun maupun yang ingin menggunakan ‘jasanya’.

Sebenarnya iklan-iklan serupa yang banyak beredar di televisi dan media cetak tersebut sangat mudah ditebak sebagai iklan yang berkedok penipuan dan dikemas untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dari orang-orang yang berhasil mereka tipu.

Untuk registrasi memang sangat mudah tapi untuk keluar [unreg]susahnya bukan main,. Belum lagi tarifnya sms premium sampai Rp. 3000/sms jadi bisa dibayangkan pengeluaran perbulan jika tiap hari mendapat kiriman sms dan biasanya bukan hanya sekali, bahkan ada seorang yang niat awalnya coba-coba terpaksa ganti nomor gara-gara mereka terus mendapat sms yang menguras pulsanya.

Kenapa Mudah Kena Tipu?
Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, ironisnya iklan-iklan sesat menyesatkan justru tumbuh subur dan semakin banyak peminatnya di negara ini. Dalam sebuah artikel menyebutkan bahwa masyarakat kita adalah sejenis masyarakat yang mengalami disorientasi nilai alias bingung. Mereka terapung-apung di atas gelombang ketidakpastian nilai kehidupan: mereka telah tercabut dari akal tradisinya, sementara mereka gagap dan gugup memasuki wilayah nilai yang baru, modern atau post modern. Masyarakat yang cenderung mengalami niridentitas dan nirkarakter ini membutuhkan semacam panduan nilai atau apa saja yang memenuhi ”dahaga jiwa” secara praktis/pragmatis (cepat dan mudah).

Masyarakat kita juga adalah masyarakat yang kehilangan harapan. Negara tidak mampu secara maksimal memenuhi hak-hak masyarakat: hak budaya (pendidikan, ekspresi, penciptaan), hak sosial (lapangan pekerjaan, kesehatan), hak ekonomi (kesejahteraan hidup), dan lainnya.  Apa pun yang dipandang bisa mengubah nasib, akan ditempuh dan diambil. Kita pun menjadi paham jika mereka menyukai ramalan nasib, kuis yang menjanjikan uang jutaan atau rumah dan mobil, serta modus-modus instan lainnya.

Singkatnya penyebab utamanya adalah kebodohan terhadap nilai-nilai Islam, jika saja mereka mengilmui dan berpegang teguh pada prinsip Islam yang menolak berbagai macam bentuk kesyirikan serta menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung dan sandaran dalam menjalani kehidupan mereka, yakin mereka takkan mudah tergiur dengan ajakan-ajakan yang menyesatkan dari setan, jin dan manusia yang memang selalu datang setiap saat.

Hukum Perdukunan dan Ramalan
Para dukun dan peramal ini dengan terang-terangan mendakwahkan dirinya mengetahui perkara ghaib, dan menyeru manusia untuk berbondong-bondong melakukan kesyirikan. Sebagian orang mungkin sudah bisa menebak, bahwa itu adalah sebuah bentuk perdukunan yang dikemas rapi. Namun, ada sebagian orang yang tidak mengerti dan terjerumus ke dalam lembah kesyirikan ini. Na’uudzubillaah min dzaalik. Nah, sebenarnya bagaimana hakikat perdukunan dan bagaimana hukum mendatangi dukun (dengan kita mengirimkan sms kepada mereka sama saja dengan mendatanginya)?
Berikut fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah yang menjelaskan tentang perdukunan dan hukum mendatangi dukun:
Kahanah (perdukunan) wazan fa’alah diambil dari kata takahhun, yaitu menerka-nerka dan mencari hakikat dengan perkara-perkara yang tidak ada dasarnya. Perdukunan di masa jahiliyah dinisbatkan kepada suatu kaum yang dihubungi oleh para setan yang mencuri pembicaraan dari langit dan menceritakan apa yang didengarnya kepada mereka.

Kemudian mereka mengambil ucapan yang disampaikan kepada mereka dari langit lewat perantaraan para setan dan menambahkan pernyataan di dalamnya. Kemudian mereka menceritakan hal itu kepada manusia. Jika sesuatu terjadi yang sesuai dengan apa yang mereka katakan, maka orang-orang tertipu dengan mereka dan menjadikan mereka sebagai rujukan dalam memutuskan perkara di antara mereka serta menyimpulkan apa yang akan terjadi di masa depan. Karena itu, kita katakan, “Dukun adalah orang yang menceritakan tentang perkara-perkara ghaib di masa yang akan datang.” Sedangkan orang yang mendatangi dukun atau peramal itu terbagi menjadi tiga macam:

Pertama, orang yang datang kepada dukun atau peramal lalu bertanya kepadanya dengan tanpa mempercayainya, misalnya untuk sekedar tahu, coba-coba atau sejenisnya. Ini diharamkan. Hukuman bagi pelakunya ialah tidak diterima shalatnya selama 40 malam, sebagaimana termaktub dalam Shahih Muslim bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang datang kepada peramal lalu bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari atau 40 malam.” (Riwayat Muslim)

Kedua, orang yang datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya dan mempercayai apa yang diberitakannya, maka ini merupakan kekafiran kepada Allah. Karena ia mempercayai bahwa sang dukun mengetahui perkara ghaib, sedangkan mempercayai seseorang tentang pengakuannya mengetahui perkara ghaib adalah mendustakan firman Allah, “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (An-Naml: 65)
Karenanya, disinyalir dalam hadits shahih, “Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (Riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Ketiga, orang yang datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya untuk menjelaskan ihwalnya kepada manusia, dan bahwasanya itu adalah perdukunan, pengelabuan dan penyesatan. Ini tidak mengapa. Dalil mengenai hal itu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kedatangan Ibnu Shayyad, lalu Nabi menyembunyikan sesuatu untuknya dalam dirinya, lalu beliau bertanya kepadanya, apakah yang beliau sembunyikan untuknya? la menjawab, “Asap.” Nabi bersabda,”Pergilah dengan hina, kamu tidak akan melampaui kemampuanmu. ” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Semoga Allah menjaga kita dari segala bentuk kesyirikan yang akan membuat kita terjerumus ke dalam neraka dan kekal di dalamnya, Na’udzu billaah. Dan di antara bentuk kesyirikan yang sekarang sedang beredar luas di layar TV adalah program SMS yang diadakan oleh para dukun dan peramal di negeri ini. Maka berhati-hatilah terhadap mereka.  Wallahu a’lam bishshawab.

Dari berbagai sumber

Share.

Leave A Reply