Hukum Menghadiri Walimah yang Disertai “Barzanji”

4

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullah. Afwan ustadz, ana mau tanya. Bagaimana hukum menghadiri undangan walimah seorang ikhwa yang di dalamnya masih terdapat bid’ah seperti barzanji yang dilakukan sebelum atau sesudah pesta. Ikhwa tersebut telah berusaha untuk mendakwahi orang tuanya dengan maksimal namun ortunya bersikeras untuk tetap mengadakan barzanji. Meski demikian pemisahan tamu laki-laki dan wanita serta tak ada musik diterima orangtuanya dengan baik. Apakah hal itu membatalkan hak ikhwa tersebut untuk dihadiri walimahnya? Jazakallahu khair ustadz.

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullah

Menghadiri walimah saudara kita adalah wajib, karena menghadirinya adalah merupakan satu diantara haknya.

Adapun kemungkaran yang terjadi mengiringi acara tersebut dan bukan merupakan perencanaan saudara kita itu, tetapi bagian dari acara yang diselipkan oleh pihak keluarga meskipun telah dinasehati untuk tidak menyelipkan acara itu; maka hal itu bukanlah merupakan penggugur yang membenarkan kita untuk tidak menunaikan hak saudara kita itu.

Wajib bagi seseorang untuk tetap hadir, menunaikan kewajiban Allah berkenaan dengan hak saudaranya itu, memberi nasehat yang baik kepada keluarga yang hendak menyelipkan acara yang tidak dibenarkan dalam syariát dan hendaknya ia pulang atau tidak menghadiri selipan acara yang tidak dibenarkan itu (baik acara itu diselipkan mengawali resepsi pernikahan atau diselipkan diakhir)

Demikian juga kepada saudara kita yang tengah walimah itu, menjadi kewajibannya untuk menasehati secara baik pihak keluarga yang hendak menyelipkan acara yang tidak sesuai dengan syariát, dan kalau mereka tetap berkeras menyelipkan acara itu, maka tidak boleh baginya hadir dalam selipan acara itu.

Diharapkan dari nasehat tulus yang disampaikan oleh banyak orang shaleh yang menghadiri undangan itu, dapat memberi bekas yang baik kepada keluarga saudara kita itu, yang pada akhirnya semoga keluarga tersebut dapat merubah pendiriannya tersebut –kalau tidak pada saat itu, diharapkan pada kesempatan-kesempatan mendatang-

Wallahu álam bisshawaab.

(Dijawab Oleh Ustadz Muhammad Irfan Zain, Lc. hafizhahullah)

 

——————————

Silahkan kirim pertanyaan Anda seputar masalah Islam di Konsultasi Syari’ah. Jawaban akan kami posting di Rubrik Konsultasi atau kami kirim ke alamat email Anda.

Share.

4 Comments

  1. Dimakassar walimah sangat banyak dubumbui dgn adat istiadat, doa barzanji plus zikir, mappaccing baik lk maupun pr, duduk bersanding, mappasikarawa, mappadeceng tp hal ini sdh mulaui hilang krn yg nikah sdh saling kenal sdh ore wedding photonya terakhir ziarah je makam leluhur mintah berkah masya Allah

  2. Dimakassar walimah sangat banyak dubumbui dgn adat istiadat, doa barzanji plus zikir, mappaccing baik lk maupun pr, duduk bersanding, mappasikarawa, mappadeceng tp hal ini sdh mulaui hilang krn yg nikah sdh saling kenal sdh ore wedding photonya terakhir ziarah je makam leluhur mintah berkah masya Allah

  3. Sayang banyak di antara akhwat sejak bergelar "akhwat" malah hanya dtg ke undangan teman "akhwat" saja :)… itupun dtg ke undangan "akhwat" klo sempat klo tdk plg bilang "Afwan lupa, afwan tdk ada temanku" :).

  4. Sayang banyak di antara akhwat sejak bergelar "akhwat" malah hanya dtg ke undangan teman "akhwat" saja :)… itupun dtg ke undangan "akhwat" klo sempat klo tdk plg bilang "Afwan lupa, afwan tdk ada temanku" :).

Leave A Reply