Jauhkan Diri dan Keluarga Kita dari Perayaan Tahun Baru

0

Dalam Islam, pergantian hari terjadi saat matahari terbenam. Berbeda dengan penanggalan kristiani (Masehi) yang menunggu sampai tengah malam untuk pergantian harinya. Dalam hal ini saja kita sudah berbeda.

Islam punya penanggalan sendiri, yang jika dibolehkan merayakan pergantiannya itu lebih patut untuk kita rayakan. Hanya saja teladan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mencontohkannya. Juga oleh para sahabat beliau tidak juga merayakannya. Maka kita pun tak perlu untuk merayakan tahun baru Islam. Jika demikian kenapa kaum muslimin latah dan ikut-ikutan merayakan pergantian tahun agama lain?

Perayaan tahun baru identik dengan pemborosan, hingar bingar dan kemaksiatan.

Pemborosan dengan petasan-petasan dan kembang api ala agama majusi (penyembah api). Yang  memekakkan telinga dan menzhalimi orang lain. Mungkin seseorang bangga dan takjub saat petasan itu meledak dan membentuk bunga api, tapi pada saat yang sama ada orang yang melaknat dan mendoakan keburukan untuknya. Karena istirahatnya terganggu, anak-anak dan bayinya menangis ketakutan. Atau karena penyakit jantungnya kambuh. Ketahuilah bahwa doa orang yang terzhalimi itu makbul!

Dan hitunglah pemborosan itu! Jika ditotal di seluruh Indonesia, ratusan miliar habis terbakar dalam 1 malam. Itu terjadi di saat jutaan masyarakat kita masih sulit untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Miris!

Dan terompet ala yahudi. Ketahuilah bahwa terompet-terompet itu menjadi media penyebar penyakit dari mulut-mulut pembuat, penjual dan calon pembeli. Sayangi diri dan anak-anak Anda. Selain penyakit medis, penyakit  yang paling berbahaya adalah mendekatkan mereka pada tradisi orang-orang yahudi. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menyelisihi kebiasaan-kebiasaan dan tradisi orang-orang yahudi.

Dari tahun ke tahun, perayaan tahun baru diliputi oleh berbagai kemaksiatan, utamanya pesta miras (khamr) dan perzinahan.

Khamr adalah induk dari segala kejahatan. Maka tak heran jika berita pesta tahun baru juga dikaitkan dengan berita pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dan kejahatan lainnya.

Berbagai media telah memberitakan bahwa menjelang tahun baru alat kontrasespsi berupa kondom laris manis. Ini diakui sendiri oleh penjual di apotek. Menurut mereka rata-rata pembelinya adalah anak muda. Maka bisa dipastikan bahwa itu digunakan untuk berzina.

Maka wahai orangtua, jangan sampai anak-anak Anda menjadi salah satu pelakunya. Jangan sampai anak-anak perempuan atau saudari-saudari Anda menjadi korbannya. Jangan biarkan mereka keluar rumah di malam hari tanpa penjagaan Anda.

يٰٓأَيُّهَا   الَّذِينَ   ءَامَنُوا۟   قُوٓا۟   أَنفُسَكُمْ   وَأَهْلِيكُمْ   نَارًا   وَقُودُهَا   النَّاسُ   وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;…” (QS. At-Tahrim: 6)

Saudaraku, malam tahun baru tak patut untuk kita istimewakan, ia sebagaimana malam-malam lainnya yang perlu untuk kita isi dengan ketaatan kepada Allah.

Kita berlepas diri dari segala kemaksiatan yang terjadi pada malam tersebut. Dan kita berlindung dari adzab Allah yang boleh jadi datang dikarenakan maksiat yang massif pada malam perayaan tersebut. waliya’udzubillah.

أَفَأَمِنُوا۟   مَكْرَ   اللّٰـهِ   ۚ   فَلَا   يَأْمَنُ   مَكْرَ   اللّٰـهِ   إِلَّا   الْقَوْمُ   الْخٰسِرُونَ

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (Terjemahan Qs. Al-A’raf: 99).

[]

Share.

Leave A Reply