Karakteristik Rijal Dalam al-Qur’an

0

Bila kita mengkaji Al-Quran, karakter rijal dapat ditemukan pada beberapa surat dalam Al-Quran. Ciri-ciri (karakteristik) para rijal yang disebutkan dalam Al Quran adalah:

1)  Menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah (untuk berjihad di jalan Allah).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Di antara orang-orang mukmin itu ada rijal, yaitu orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu(**) dan mereka tidak berubah (janjinya)” (QS. Al Ahzab [33]: 23).

Keterangan: (**) Maksudnya menunggu apa yang telah Allah janjikan kepadanya.

2) Mendukung kebenaran, dan berani mengingatkan penguasa tiran.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan rijal pada masa Firaun melalui firman-Nya (yang artinya):

 “Dan seorang rajul yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena Dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta” (QS. Al Mu’min [40]: 28).

3) Takut kepada Allah, dan mengingatkan kaumnya untuk berjihad di jalan Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan rijal pada masa Bani Israil melalui firman-Nya (yang artinya):

 “Berkatalah rajulani (dua rajul) diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Al Maidah [5]: 23).

4) Para rijal senantiasa mengingat Allah, mendirikan shalat, mununaikan zakat, dan mereka tidak dilalaikan oleh perniagaan dunia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

 “Rijal yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang” (QS. An Nur [24]: 37).

5) Mensucikan diri dan memakmurkan masjid.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Janganlah kamu shalat dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada rijal yang ingin membersihkan diri. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih” (QS. At Taubah [9]: 108).

6) Memberikan saran yang baik kepada utusan Allah demi tegaknya agama Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan kisah seorang rajul di kalangan ummat Nabi Musa melalui firman-Nya (yang artinya):

“Dan datanglah seorang rajul dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: “Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu” (QS. Al Qashash [28]: 20).

7) Mengingatkan kaumnya untuk menginkuti agama Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisahkan rijal pada masa Bani Israil melalui firman-Nya (yang artinya):

“Dan datanglah dari ujung kota, seorang rajul dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu” (QS. Yasin [36]: 20).

Share.

Leave A Reply