Mencari Keberkahan Rezki

0

“Mencari yang haram saja susah apalagi cari yang halal”. Ungkapan tersebut seolah telah menjadi pembenar untuk mencari harta dengan cara-cara yang tidak halal. Begitulah sebagian kenyataan yang terjadi di tengah masyarakat. Khususnya, dalam urusan mencari rezeki, hanya sedikit yang mau peduli dengan rambu-rambu syari’at.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan perilaku semacam ini sebagaimana tersebut dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Akan datang sesuatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram“. (HR. Bukhari).

Bagi kita yang masih memiliki kepedulian akan kehidupan akhirat pasti berharap, agar bisa mendapatkan rezeki yang halal, dan berkah. Yaitu mendapat barakah dari Allah, sehingga bisa mencukupi kebutuhan, dan bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Di zaman moderen ini, berbagai cara untuk mendapatkan rezeki semakin kompleks. Dari kesemuanya itu, ada yang hukumnya halal, haram, maupun syubhat.

Cara mencari rezeki yang halal tentunya dengan jalan yang tidak melanggar syariat-syariat Allah Ta’ala, misalnya bertani, berdagang barang-barang yang halal dan mubah, atau bekerja halal sesuai dengan keterampilan yang kita miliki.

Adapun rezeki yang haram, misalnya yang diperoleh dari riba, judi, penipuan, jual beli barang haram, serta dari berbagai sektor maksiat (misalnya dunia musik, keartisan, pamer aurat, hingga menjual kehormatan), tindak kriminal, juga dari jalan syirik atau perdukunan. Sedangkan rezeki yang syubhat, adalah yang cara memperolehnya diragukan kehalalannya, atau masih samar-samar antara halal dan haram.

Misalnya, penghasilan dari orang yang bekerja di suatu perusahaan atau media yang visi dan misinya tidak senantiasa sejalan dengan Islam, bahkan sering berlawanan. Atau penghasilan yang diperoleh dengan cara mengikuti bisnis MLM yang terkadang dianggap merugikan bagi sebagian pihak tertentu, atau yang diperoleh dari berbagai cara yang ternyata bila diteliti lebih jauh, diragukan kehalalannya. Dengan menjadi pialang saham misalnya, yang oleh sebagian ulama dikatakan identik dengan judi.

Untuk meraih keberkahan rezeki, tentunya sebisa mungkin kita harus menghindari hal-hal yang syubhat, apalagi haram. Karena itu, dalam berusaha “menjemput rezeki” kita harus memperhatikan hal-hal berikut:

Pastikan Kehalalannya
Kehalalan harus menjadi prioritas kita dalam mencari rezeki. Jangan sampai makanan yang masuk dalam tubuh kita sekeluarga, berasal dari rezeki yang haram. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya“. (HR. Ahmad dan Ad-Darimi).

Kita harus yakin bahwa rezeki kita takkan kemana asalkan kita giat berusaha. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jabir radhiyallahu ‘anhu:

“Janganlah menganggap rezki kalian lambat turun. Sesungguhnya, tidak ada seorang pun meninggalkan dunia ini, melainkan setelah sempurna rezkinya. Carilah rezki dengan cara yang baik (dengan) mengambil yang halal dan meninggalkan perkara yang haram”.

Demikian pula dalam sebuah hadits dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah menyatakan:

“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas. Diantara keduanya ada perkara-perkara syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Maka barangsiapa yang menjaga diri dari perkara syubhat, berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia akan terjerumus kepada perkara haram“. (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi sebisa mungkin, berbagai sektor kerja yang berbau haram atau syubhat harus kita hindari. Jangan tergiur untuk mendapatkan uang atau keuntungan dengan mudah, bila harus menggunakan cara yang haram. Rezeki yang sedikit tetapi diperoleh dengan cara halal, akan berberkah dan bermanfaat daripada hasil yang banyak, namun diperoleh dengan cara haram.

Tidak Menzhalimi/Merugikan Orang Lain
Keberkahan akan sulit kita peroleh bila cara kita dalam mencari rezeki dengan menzhalimi atau merugikan orang lain. Berbagai praktek riba, penipuan, dan mengambil barang orang lain tanpa hak, itu adalah cara-cara yang menzhalimi oang lain. Allah Ta’ala melarang keras pada kaum muslimin agar tidak menempuh cara ini.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zhalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka…” (QS. an-Nisa’: 29-30)

Kita juga harus ingat, bahwa doa orang yang terzhalimi akan dikabulkan oleh Allah. Jadi, bila orang yang kita zhalimi itu mendoakan keburukan bagi kita, maka kemungkinan besar keburukan itu akan menimpa kita.

Iringi dengan Takwa dan Tawakkal
Halangan dan rintangan adakalanya akan menyertai langkah kita dalam mencari rezeki. Kita harus bisa bersabar menghadapi semua itu. Pun harus tetap menjaga ketakwaan dan ketawakkalan kita. Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya; dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya…” (QS. ath-Thalaq: 2-3)

Demikian pula jika ternyata Allah memberi kita kelapangan, dan mempermudah jalan rezeki kita, maka kita tak boleh lupa untuk senantiasa mensyukurinya. Jangan sampai kemudahan itu melalaikan kita dari-Nya.

Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah
Jika rezeki kita terasa seret, penghidupan serasa sempit kita tidak boleh berkecil hati apalagi berprasangka buruk terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya rezeki kita semua sudah ditentukan oleh Allah. Jangankan kita manusia, rezeki seluruh binatang melata di muka bumi ini pun sudah dijamin oleh Allah. Karena itu, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, yang Maha Luas karunia-Nya. Allah berfirman (yang artinya),

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah…” (QS. az-Zumar: 53)

Yakinlah bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan, sebagaimana firman-Nya (yang artinya),

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain; dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS. al-Insyirah: 5-8)

Tips Dalam Membuka Jalannya Rezeki
Berikut ini beberapa tips praktis untuk meraih keberkahan, bagi Anda yang berprofesi sebagai pekerja/karyawan ataupun  pebisnis/pedagang.

– Untuk Anda yang pekerja/karyawan, tentu telah mendapatkan gaji sesuai ketentuan yang berlaku, di tempat Anda bekerja. Karena itu, bertakwalah kepada Allah. Jangan sampai Anda tergoda untuk berbuat tidak jujur, misalnya melakukan korupsi, suap-menyuap, manipulasi data, dan sebagainya. Berusahalah untuk bekerja sebaik-baiknya, dan sejujur-jujurnya.

– Untuk Anda yang pebisnis/pedagang, Anda harus selalu mengutamakan servis terhadap konsumen. Berusahalah untuk selalu bersikap ramah dalam melayani konsumen, juga kepada siapa saja. Jadilah orang yang murah senyum, karena senyum adalah sedekah. In sya Allah jika hal ini Anda lakukan, banyak orang yang akan merasa senang terhadap diri dan pribadi Anda. Hal ini tentu akan berdampak positif pada kelancaran usaha Anda. Selain itu permudahlah setiap transaksi atau urusan dengan orang lain, dan jangan suka mempersulit. Dengan begitu, Allah pun akan mempermudah urusan Anda.

– Rajin-rajinlah bersilaturrahmi kepada sanak kerabat, atau mengunjungi teman-teman dan tetangga. Karena berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, silaturrahmi bisa menambah rezeki, dan memperpanjang usia.

– Rajin-rajinlah bersedekah, karena dalam harta kita ada hak orang miskin. Selain itu jangan lupa kewajiban kita untuk mengeluarkan zakat dari harta kita. Sedekah dan zakat akan mendatangkan keberkahan, karena Allah Ta’ala akan melipat gandakan harta yang kita sedekahkan dengan ikhlas.

– Bersyukurlah atas apa yang telah kita peroleh. Sungguh, bila kita pandai bersyukur, maka Allah Ta’ala akan menambahkan nikmat-Nya kepada kita.

– Senantiasa berdo’a. Ini tidak kalah pentingnya. Memohon kepada Allah Yang Maha Kaya dan Pemberi Rezki untuk melapangkan dan memberkahi rezki kita dan meminta petunjuk agar dijauhkan dari harta yang haram dan syubhat.

Semoga kita semua bisa mendapatkan rezeki yang penuh berkah, amiin.
Wallahu Ta’ala a’lam.[]

Share.

Leave A Reply