Persatuan Ummat Mendesak

0

Persatuan adalah poros emosi ahlussunnah waljamaah sepanjang sejarah. Bahkan nama ahlussunnah pun sudah melambangkan semangat persatuan tersebut yaitu persatuan yang yang dibangun di atas dasar sunnah. Dalam membangun persatuan mereka sudah mengorbankan banyak hal  serta talah mengalami begitu banyak penderitaan dan penganiyaan. Begitupula mereka telah melakukan benyak ijtihad dengan menempatkan persatuan  dan kesatuan ummat sebagai tujuan utama yang sangat mendesak.
Sebagai contoh berdirinya khilafah Utsmaniyah telah memberi konstribusi yang sangat besar dalam mempersatukan ummat. Meski memiliki banyak kekurangan namun ia telah memberikan peran yang demikian besar dalam mengawal keutuhan ummat. Sayang, setelah jatuhnya payung pemersatu ini pada tahun ummat Islam terpecah dalam bermacam Negara dan wilayah territorial.

Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas kerinduan akan persatuan masih menginspirasi ummat sampai hari ini, bahkan keinginan tersebut sampai detik ini masih membara.  Demikian pula setiap ada keretakan yang menimpa ummat betapapun kecil pasti akan menimbulkan kepedihan di hati setisp muslim yang ikhlas dan punya ghirah.

Jika kita perhatikan sesungguhnya aqidah sanggup menjadikan menjadikan ummat ini bersatu. Begitu pula berbagai macam hukum dan aturannya telah mempersatukan perasaan kaum Muslimin. Semua ini mendorong kita semakin optimis tentang tidak mustahilnya persatuan ummat Islam. Hanya saja, dalam mewujudkan persatua tersebut membutuhkan kedewasan dan kelapangan dada mengingat banyaknya kendala. Di antara kendala tersebut adalah

  1. Banyaknya kondisi vakum di salah satu negara atau daerah Islam berupa tidak nampaknya nilai-nilai keislaman dalam kehidupan, banyaknya pelanggaran syari’at. Salah satu penyebabnya adalah karena negara atau daerah tersebut minim aktifitas da’wah dan tarbiyah islamiyahnya sehingga nilai-nilai Islam tidak terperhatikan.
  2. Persatuan ummat membutuhkan kedewasaan dan kelapangan dada. Tantangannya saat ini, masih banyak para pelaku dakwah atau aktifis islam yang memiliki pandangan picik, menutup diri  setiap disodorkan kepada mereka agenda wahdatul Ummah. Alasannya ummat ini sudah ditakdirkan berpecah dalam tujuh puluh tiga golongan.
  3. Persatuan ummat membutuhkan kemampuan matang dalam beradaptasi dengan berbagai individu-individu ummat. Karena sesungguhnya persatuan itu menuntut kemampuan bersikap mengalah dalam masalah-masalah sepele, temporer demi mewujudkan sesuatu yang prinsip, besar dan abadi.
  4. Adanya kesenjangan ekonomi yang jauh antara sesama rakyat di Negara islam atau antar sesama negara Islam sendiri. Sekedar catatan, bahwa volume pertukaran perdagangan antar sesama negara Islam hanya berkisar 4 % saja dari seluruh kegiatan perdagangan negara-negara Islam. Sedangkan 96%nya berlangsung dengan negara-negara non Muslim.
  5. Dalam hal  kebudayaan, hampir seluruh negeri Islam diserbu oleh budaya Barat yang merusak. Factor utamanya adalah karena pola pikir materialisme begitu menguasai cara berpikir ummat.

Demikianlah lima di antara sekian banyak tantangan yang menghadang persatuan ummat Islam. Namun jangan berkecil hati masih banyak peluang untuk mewujudkannya karena di sana ada peluang yang sangat banyak di antaranya:

  1. Bahasa al-Qur’an dan Sunnah adalah bahasa Arab, sehingga seluruh kaum muslimin di dunia ini mendirikan shalat, berzikir, berdoa dengan menggunakan bahasa Arab. Alangkah indahnya jika mereka memahami dengan baik apa yang mereka baca. Ini akan menyatukan emosi dan perasaan mereka. Karena itu, pengajaran bahasa bahasa Arab di tengah-tengan ummat sesuai dengan kebutuhan mereka sangat mendesak.
  2. Banyaknya organisasi Islam diseluruh dunia yang bercita-cita mengembalikan kemuliaan ummat.  Sehingga setiap organisasi dan gerakan Islam tersebut berkewajiban membangun kerangka acuan kerja sama guna membangun kekuatan di antara mereka. Ini sangat mendesak, sebab tidak semua organisasi dan gerakan Islam memiliki spesialisasi yang sama.
  3. Banyaknya duat yang sering berdakwah keliling dunia. sehingga mereka bisa membagi pengalaman mereka kepada duat yang lain atau organisasi Islam di mana pun mereka berada. Atau bisa juga mereka membukukan pengalaman-pengalaman tersebut dan di sebarkan secara luas.
  4. Dunia Islam sangat membutuhkan sejumlah pusat informasi ilmu da kajian strategis yang mumpuni. Pusat kajian ini bertugas memberi informasi kepada ummat secara umum tentang masalah yang mereka hadapi serta solusi-solusinya. Hal ini sangat besar manfaatnya dalam menyatukan fikrah bahkan memberikan kekebalan pemikiran. Begitu pula pusat informasi ini bisa member masukan kepada pemerintah Muslim yang berkuasa.
  5. Saat ini, persoalan ekonomi tidak jarang mendikte kebijakan politik sebuah negara. Sehingga sudah saatnya kita memberi perhatian yang serius dalam masalah ini. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah tidak mengkonsumsi produk orang kafir atau tidak melakukan transaksi dengan Negara kafir tidak membeli produk mereka selama produk tersebut masih kita bisa dapatkan di negeri Muslim.
  6. Memperkuat organisasi kerja sama, seperti liga Arab, Organisasi Konfrensi Islam dll agar mereka sedikit lebih berwibawa dan tidak hanya mampu menggertak dan mengecam.

Sebagai penutup, penulis menyadari betul bahwa jalan menuju persatuan adalan ajalan terjal dan membentang. Namun ini adalah atu-satunya jalan yang harus dilalui guna memperkuat ummat. Kisa sadar sepenuhnya perjalanan satu mil dimulai dengan langkah pertama, kedua dan seterusnya. Jika kita melangkah dengan penuh keikhlasan maka rahmat Allah sangat dekat dengan hamba-hambanya yang mu’min.

Ditulis dan diolah disertai perubahan redaksi dari makalah Syaikh Prof. Dr. Abdul Karim Bakkar

Share.

Leave A Reply