Siwak untuk Kesehatan Gigi dan Gusi

0

Siwak diambil dari ranting segar pohon arak (salvadora persica). Si kayu ajaib ini lebih dari sekedar sikat gigi biasa. Selain serat batangnya yang elastis dan tidak melukai gusi, batang siwak yang berukuran kecil sangat fleksibel sehingga mampu menekuk ke dalam mulut secara pas untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan dari sela-sela gigi. Siwak memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap. Selain itu kita tidak perlu menggunakan pasta ketika menggosok gigi dengan siwak, karena si kayu ajaib ini juga memiliki berbagai kandungan bahan kimia yang sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.

Siwak dalam Thibbun Nabawi

Banyak hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan keutamaan siwak, diantaranya:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siwak adalah pembersih mulut dan sebab ridhanya Rabb” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menggosok giginya dengan siwak setiap bangun dari tidur malam hari (HR. Bukhari)

Dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi (Medis Nabawi) yang disusun oleh Ibnul Qoyyim dijelaskan manfaat siwak antara lain :

– membersihkan mulut,

– membersihkan gusi,

– mencegah pendarahan

– menguatkan penglihatan

– mencegah gigi berlubang

– menyehatkan pencernaan

– menjernihkan suara

– membantu pencernaan makanan

– memperlancar saluran nafas (bicara)

– menggiatkan bacaan

– menahan tidur

– meridhokan Allah Ta’ala

– dikagumi malaikat

Kandungan kimiawi dalam Siwak

Berikut ini kandungan kimiawi yang ada di dalam kayu siwak:

– Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluorida, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimetilamin, Salvadorin, Tannin dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi.

– Antibacterial Acids, seperti astringents, abrasive dan detergent yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi, menghentikan pendarahan pada gusi.

-Enzim yang mencegah pembentukan plak yang merupakan penyebab radang gusi dan penyebab utama tanggalnya gigi secara prematur.

– Anti Decay Agent (Zat anti pembusukan) dan Antigermal System, yang bertindak seperti Penicilin menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah terjadinya proses pembusukan.

– Penelitian kimiawi terhadap tanaman ini telah dilakukan semenjak abad ke-19, dan ditemukan sejumlah besar klorida, fluor, trimetilamin dan resin. Kemudian ditemukan juga kandungan silika, sulfur dan vitamin C. Kandungan kimia tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dimana trimetilamin dan vitamin C membantu penyembuhan dan perbaikan jaringan gusi. Klorida bermanfaat untuk menghilangkan noda pada gigi, sedangkan silika dapat bereaksi sebagai penggosok. Kemudian keberadaan sulfur dikenal dengan rasa hangat dan baunya yang khas, adapun fluorida berguna bagi kesehatan gigi sebagai pencegah terjadinya karies dengan memperkuat lapisan email dan mengurangi larutnya terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri.

Masya Allah, amat banyak manfaat yang merupakan hikmah dari sunnah Rasulullah ini. Mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam insya Allah akan membuat kita sehat lahir dan batin. [zl]

Share.

Leave A Reply