Teladan dalam Memuliakan Gadis Kecil

0

Dari Ummu Khalid binti Khalid, dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah diberi beberapa baju yang di antaranya ada sebuah baju bulu hitam kecil. Lalu beliau bertanya, ‘Menurut kalian siapa yang akan kita beri baju ini?’ Namun mereka pun terdiam. Lalu beliau bersabda, ‘Datangkanlah kepadaku Ummu Khalid!’ Kemudian Ummu Khalid pun didatangkan dengan cara digendong. Lantas beliau mengambil sendiri baju yang bersulam sutera tersebut dan memberikannya kepada Ummu Khalid seraya bersabda, ‘Semoga sampai rusak dan lapuk.’ Dan konon di baju itu ada tanda hijau atau kuning, lalu beliau bersabda, ‘Hai Ummu Khalid, ini ‘sayah‘, dan ‘sayah‘ dalam bahasa Habasyah berarti bagus.” (HR. Muslim)

Penjelasan Hadits:

Al-Ashmu’i mengatakan, “Khamishoh ber­arti baju sutera atau bulu bergaris, berwarna hitam, dan banyak dipakai orang.” Sementara Abu Ubaidah mengatakan, “Itu adalah pakaian berbentuk persegi empat yang memiliki dua lukisan. Dan ada jugs yang berpendapat bahwa itu adalah pakaian tipis dengan warna apa pun. Ummu Khalid binti Khalid adalah putri Khalid bin Sa’id bin Ash bin Umayyah. Khalid adalah orang ketiga atau keempat yang mula­-mula masuk Islam. Dia gugur sebagai syahid pada zaman Khalifah Abu Bakar atau Umar. Ummu Khalid pernah menikah dengan Zubair bin Awwam, dan bersamanya dia melahirkan Khalid dan Umar.

Kata-kata “Kemudian Ummu Khalid pun didatangkan dengan cara digendong” mengin­dikasikan bahwa dia masih kecil, atau boleh jadi ketika itu dia sudah mumayyiz.

Kata-kata “abliy wa akhliqiy” menurut Al ­Khalil berarti, “Hiduplah dan cabik-cabiklah pakaianmu.”

Dalam riwayat lain disebutkan “abliy wa akhlifiy” dengan faa’ (bukan qaaf). Artinya, “Semoga sampai rusak dan semoga ada baju pengganti yang lain”. Dan riwayat ini didukung oleh Hadits yang Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sayad yang shahih dari Abu Nadlrah, dia berkata, “Maka para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu ketika salah satu dari mereka memakai baju baru, maka dikatakan kepadanya, ‘Semoga sampai lapuk dan semoga Allah akan menggantinya.”

Kasih sayang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : kepada anak-anak, terutama anak perempuan, sangat menonjol. Terbukti ketika beliau menemukan sebuah baju khamishah di antara baju-baju yang dihadiahkan, kepada beliau, maka -di tengah kesibukan mengemban tugas dakwah yang sangat banyak dan berat- beliau tidak lupa untuk menghadiahkannya kepada salah seorang gadis kecil yang ada di tengah-tengah kaum muslimin.

Dan sebelum memberikan hadits itu, terlebih dahulu beliau mengajukan pertanyaan kepada para Sahabatnya, “Menurut kalian siapa yang akan kita beri baju ini?” Lalu ketika para Sahabat itu diam dan tidak mengusulkan siapa pun, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta agar gadis kecil muslimah itu dihadirkan ke hadapannya. Gadis kecil itu tidak lain adalah putri seorang sahabat yang mulia, dan kelak di kemudian hari ditakdirkan meninggal dunia sebagai syahid.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut dan memanggilnya dengan kunyah (julukan) nya (Ummu Khalid), padahal dia adalah gadis kecil yang masih digendong. Hal ini mengindikasikan rasa hormat beliau kepadanya. Dan barangkali juga memberikan petunjuk kepada kita agar suka memanggil gadis-gadis kecil dengan kunyah yang diambil dari Nama ayahnya. Seperti yang kita dapati pada “Ummu Khalid binti Khalid”. Sampai-sampai ketika dia dewasa dan menikah dengan Zubair bin Awwam, lalu dikaruniai putra yang dinamakannya Khalid, Kunyah itu pun terus melekat pada dirinya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyuruh siapa pun untuk memakaikan baju itu kepada Ummu Khalid, tetapi beliau sendiri yang melakukannya. Ini jelas berarti penghormatan dan kasih sayang kepadanya, dan keberkahan yang -insya Allah- melekat pada dirinya.

Tidak hanya itu saja, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan mengucapkan kata-kata yang manja sembari memakaikan baju itu kepadanya, dan melihatnya seraya berkata, “ini bagus.”

Di dalam riwayat lain yang dituturkan langsung oleh Ummu Khalid, dia mengatakan, “Lalu beliau pun melihat lukisan yang ada pada baju khamiahah itu dan menunjuk dengan tangannya ke arahku, seraya bersabda, “Hai Ummu Khalid, ini bagus. Hai Ummu Khalid, ini bagus.”

Ini memberi petunjuk kepada kita agar sebaiknya kita mengucapkan kata-kata yang manja kepada anak-anak kita ketika kita memakaikan baju baru kepada mereka. Karena, hal itu akan meninggalkan kesan yang baik di dalam jiwa mereka. Juga dianjurkan untuk mendoakan mereka, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan Ummu Khalid sewaktu beliau memakaikan baju itu kepadanya dengan tangannya sendiri. Ketika itu beliau berdoa, “Semoga sampai rusak dan lapuk.” Atau “Semoga ada baju pengganti yang lain.”[]

 

Disalin dari buku “Aku Tersanjung” (Kumpulan Hadits-hadits Pemberdayaan Wanita dari Kitab Shahih Bukhari & Muslim Berikut Penjelasannya), Karya Muhammad Rasyid al-Uwayyid

Share.

Leave A Reply