Untuk Apa Berdebat dengan Syi’ah?

0

Al Imam Al Auza’i rahimahullah berkata:

إذا أراد الله قوما خيرا، فتح باب العمل و أغلق باب الجدال

وإذا أراد الله قوما شرا، فتح باب الجدال و أغلق باب العمل

“Jika Allah menghendaki kebaikan pada suatu kaum, maka Allah akan membukakan untuknya pintu-pintu amal dan menutup pintu debat. Dan jika Allah menghendaki keburukan atas suatu kaum, maka Allah akan membukakan untuknya pintu-pintu debat dan menutup pintu amal..”

Bagi orang beriman dan berakal sehat, kesesatan, kebathilan serta kekufuran sekte syiah adalah sesuatu yang tidak perlu diperdebatkan sebab dia adalah perkara yang amat jelas dan kasat mata.

Kecuali untuk menjelaskan syubhat-syubhat mereka yang dapat saja menipu orang-orang awam yang belum mengerti benar penyimpangan dan kesesatan syiah.

Hanyalah orang-orang yang tidak memiliki bekal ilmu syar’i yang memadai dapat tertipu dan terperdaya oleh syubhat (propaganda licik) yang senantiasa disebarkan oleh pengikut sekte sesat syiah dibalik topeng TAQIYAH mereka.

Olehnya sangat dianjurkan bagi setiap muslim lelaki maupun wanita, kanak kanak maupun tua renta untuk senantiasa mengkaji dengan baik syariat Allah dan Sunnah Rasul-Nya yang telah termaktub dengan sempurna dalam al-Quran dan hadits-hadits Nabi dengan senantiasa mengacu dan berpedoman pada pemahaman para ulama generasi salaf utamanya pada 3 kurun generasai pertama (sahabat, tabi’in dan atbauttabi’in) dan juga ulama-ulama rabbani ahlussunnah kontemporer yang telah teruji kredibilitas dan kapabilitasnya dalam memegang teguh prinsip-prinsip syariat dan sunnah.

Adapun mereka-mereka yang merasa diri ulama atau dikultuskan menjadi ulama sementara pendapat dan prilakunya sangat amat berseberangan dengan syariat dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu giat mempropagandakan ide-ide kelirunya tersebut maka campakkanlah seluruh perkataan, pendapat, pemikiran dan ide-ide mereka itu di tong sampah paling jauh dari tempat tinggal anda agar aroma tengiknya tidak menjadi penyebab rusak dan sakitnya aqidah kerabat dan sahabat-sahabat anda.[]

Oleh Ustadz Fadhlan Akbar, Lc.

Share.

Leave A Reply